NAMA LAIN KOPI ADALAH IPOK

Apakah ada diantara kita yang menjadikan warung kopi/kafe sebagai tempat persinggahan utama ketika berada diluar rumah?

Kami adalah orang-orang yang menjadikan warung kopi/kafe sebagai tempat persinggahan utama pada setiap aktifitas. Mulai dari kerja, janji temu, meeting, nongkrong, refresing, curhat, tanya loker, nonton bareng hingga tidur. Dalam perkembangannya, warkop dan kafe juga menjadi sarana bagi kami untuk menuangkan beberapa ide-ide kreatif kami. Mulai dari kompetisi main kartu, catur, musik hingga galang dana untuk palestina.😁

Lalu yang menarik lagi adalah nuansa kekerabatan yang terjalin antara sesama pelanggan. Kami merasakan bahwa nuansa kekerabatan yang tercipta dalam warung kopi/kafe memberikan efek positif bagi pelanggan. Ada rasa nyaman dan aman ketika berada ditempat tersebut. Bahkan banyak informasi tentang peluang lowongan kerja atau orderan didapatkan karena kekerabatan yang terjalin sehat antara sesama pelanggan.

Kami tidak begitu mengerti jelas tentang sejarah kultural yang terbentuk dalam dinamika komunikasi di warung kopi/kafe, seingat kami sentuhan kekerabatan itu muncul karena kita sering bertemu saja. Entah naluri kemanusiaan atau hegemoni suasana saja yang akhirnya menjadi pemersatu antar sesama pelanggan. Tapi yang pasti fenomena komunikasi sosialnya memang memiliki keunikan tersendiri di warung kopi/kafe.

Apa kabar perkembangan warung kopi dan kafe hari ini, masihkah kita mampu merawat budaya komunikasi yang penuh kekerabatan ?


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai