
Dari sini kami memulainya, waktu itu jika di ingat kembali sekitar 7 tahun yang lalu. Kami bersilaturahmi ke salah satu petani kopi di kota kami. Dari sana kami membeli hasil pertanian kebun kopi untuk kami nikmati sendiri. Tak ada motivasi berbisnis saat itu, kami hanya sekedar berjalan-jalan di kawasan kebun kopi sambil membeli kopi. Menikmati kopi di kebun itu memiliki cita rasa yang sangat berbeda. Kopi yang diolah dan diseduh secara yang biasa saja justru memberi identitas unik pada rasa kopi. Kesan tradisionalnya sangat melekat. Coba saja jika tertarik, begini caranya :
1. Sangrai biji kopi di wajan tanah dengan menggunakan api dari kayu (tungku).
2. Setelah biji kopi matang, grinder atau selep kopi lalu seduh menggunakan air mendidih yang dipanaskan dari tungku.
3. Untuk mendapatkan waktu yang tepat, saran saya nikmatilah setelah waktu subuh. Karena suhu dan udara pada waktu tersebut paling memungkinkan untuk menemukan kesan yang sama seperti dikawasan kebun yang cenderung memiliki suhu lebih dingin dan udara lebih bersih.
Begini cara masyarakat kebun menikmati kopi dan cara ini telah bertahun-tahun mereka lakukan. Kami menyukai cara itu dan kami menikmatinya.

Setelah beberapa tahun kemudian kami memutuskan untuk berbisnis kopi. Kami mengelola kembali hasil produksi kebun untuk diolah menjadi biji kopi yang diminati oleh konsumen. Pelan-pelan usaha ini kami rawat sebaik mungkin. Dari bikin warung kopi hingga produksi kopi kemasan.
Perjalanan bisnis kami masih panjang, sepanjang peluang bisnis yang dihadirkan oleh minat masyarakat terhadap kopi. Mulai dari produksi kebun, industri pasca panen, olahan pangan berbasis kopi hingga ke pengobatan.
Semoga kedepan kita menjadi lebih baik dengan karya-karya yang bermanfaat bagi banyak orang…😁